Perhatian! Siapkan Mental Anda Sebelum Membuat SIM

SIM (surat izin mengemudi)Bagi pencari atau pembuat Surat ijin mengemudi (SIM) harus extra menyiapkan diri. Hal ini karena mulai tanggal 25 Juni mendatang Polda Metro Jaya akan menerapkan syarat lulus tes psikotes melengkapi tes sebelumnya seperti tes kesehatan dalam pembuatan SIM. Bisa dibilang dengan penambahan psikotest ini membuat kesulitan tambahan bagi pembuat SIM baru.

Tes psikologi sudah diatur dalam Peraturan Kepala (Perkap) Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2012 dan juga Undang-undang Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Melihat Perkap, tes psikologi masuk dalam persyaratan kesehatan rohani. Warga negara yang mengajukan penerbitan SIM mesti memenuhi persyaratan tersebut, seperti terbaca dalam pasal 34 dan 36

Kesehatan rohani terdiri atas:
a. kemampuan konsentrasi;
b. kecermatan;
c. pengendalian diri;
d. kemampuan penyesuaian diri;
e. stabilitas emosi; dan
f. ketahanan kerja.

Dengan ditambahnya psikotes ini tentu saja akan menambah biaya dalam mendapatkan atau uji/seleksi mendapatkan SIM. Namun dibalik kesulitan dan penambahan biaya tersebut ada sisi baik yang akan diperoleh, yakni orang yang benar benar stabil emosinya yang akan memiliki SIM. Seperti kita ketahui bersama bahwa dijalan kita tidak bisa mengontrol emosi dikarenakan capek jalan macet panas dan lain sebagainya.

Dengan adanya psikotes ini kita akan diajak untuk lebih bisa bersabar untuk menaati aturan dan pengendara lain, karena tidak sedikit pengendara yang berkendara seenaknya sendiri dan membuat kita emosi dan meladeninya sehingga bisa membahayakan orang lain.

Dibeberapa negara maju psikotes tidak dilakukan dalam permohonan SIM ini mungkin karena sifat atau emosi orang Indonesia yang kurang atau labil suka melanggar dan mencari jalan tercepat menjadi solusi bagi polisi untuk memberlakukan psikotes ini sehingga warga penggunan jalan bisa menjadi lebih sabar dan hati hati.

Setiap kebijakan akan ada pro kontranya namun jika kebijakana itu membuat kita untuk menjadi lebih baik, mestinya kita dukung aturan itu demi kebaikan bersama.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *